Ini satu cerita yang saya alamin di minggu
ini. sekitar hari Rabu, tanggal 11 Januari. seperti biasanya saya pergi menuju
tempat bimbingan belajar di Ganesha Operation pagi itu. Ya, sangat pagi.
mengingat jarak antara rumah menuju tempat itu kurang lebih 35 kilo, dan karena
daerah yang saya lalui itu daerah Bypass yang cenderung macetnya minta ampun.
mau nggak mau saya mesti berangkat sepagi mungkin, klo perlu jam 6 dari rumah
agar bisa sampai tempat sebelum jam 7.30.
Tapi hari itu beda. saya sengaja
mengulur-ulur waktu keberangkatan. Serasa ingin datang telat ke tempat bimbel.
mungkin karena sedikit jenuh, karena selalu mengulang rutinitas yang itu-itu
aja (jangan dicontoh ya..). Jam pun sudah menunjuk angka 6.25, langsunglah saya manasin motor.
Setelah itu saya langsung ngeluarin motor
dari bagasi, dan di luar ada tukang bubur ayam, tepat didepan rumah tetangga
saya. tukang bubur terlihat sedang meladeni seorang ibu yang sedang menggendong
bayinya, tapi bukan itu yang menrik perhatian saya. Dari jauh saya melihat
seorang anak kecil yang umurnya mungkin belum genap dua tahun, saya mengira
demikian karena saya lihat tinggi anak itu tidak lebih dari satu meter. saya
nggak tau dia anak siapa, karena saya baru lihat. Dia jalan, sedikit berlari,
menuju tukang bubur sambil membawa mangkuk kosong di tangan kanannya dan sejumlah
uang di tangan kirinya. Banyangkan, betapa riweuh (in sundanesse) or rempongnya (in salonesse) anak itu. Saya tidak melihat ada orang tua
di sampingnya. Berani sekali anak itu. Kemana oarang tuanya?masak anaknya mau beli bubur nggak ditemenin. Di satu sisi saya saluuuuuuut banget sama anak
itu, sekecil itu (bayangkan), bisa beli bubur sendiri, dan saya yakin rumahnya
bukan disekitar sini, karena saya belum pernah lihat. yang saya takuti adalah,
gimana kalo dia diculik "naudzubillah himndzalik", karena kurang ada
awasan dari orang tua. anak sekecil itu perlu diapresiasi menurut saya. saya
aja malu, waktu saya sebesar dia dulu mungkin saya belum berani buat beli
makanan sendiri. Namun, di sisi lain, apa mungkin orang tuanya yang sengaja
menyuruh anaknya untuk beli bubur sendiri untuk dirinya sendiri? Sedikit kejam
ya kalau memang kayak gitu.. :(.
Pengenya sih masih cerita banyak lagi tentang
anak itu, tapi saya nggak tau dimana dia sekarang, belum pernah lihat dia lagi.
pokoknya buat para orang tua, baik memang mengajarkan buah hati kita untuk
belajar mandiri, berani, dan percaya diri, tapi ingat semua itu harus orang tua
yang pantau. Jangan sampai dibiarkan melakukannya sendiri, apalagi di luar
rumah. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. So, jaga buah hatinya ya
ayah bunda .... :D
No comments:
Post a Comment