Sayangi jantung Anda! Demikian slogan yang kerap muncul di berbagai iklan di media massa. Benar, akibat pola dan gaya hidup manusia modern, penyakit degeneratif yang semula hanya populer menyerang kaum sepuh, kini semakin tidak pandang usia. Orang dalam usia produktif pun bisa terkena penyakit jantung koroner (PJK) atau hipertensi (tekanan darah tinggi). Apa yang menyebabkan mereka menjadi mudah terkena penyakit yang dapat memperpendek usia ini?Jantung, kata Prof. Dr. dr. Budhi Setianto, SpJP, dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI, merupakan salah satu bagian tubuh manusia yang paling penting untuk dijaga kesehatannya. Keberadaannya merupakan penentu hidup manusia.
Dulu, urai Budhi, PJK cenderung baru diderita oleh perempuan usia 65 tahun ke atas, atau pada pria yang berusia 55 tahun ke atas. Jika para orangtua ini terkena PJK di usia kurang dari 65 tahun (wanita) atau 55 tahun (pria), anak-anak dan keturunan mereka secara otomatis sudah memiliki riwayat keluarga positif dengan PJK. Oleh sebab itu, keturunan dari para orangtua yang mengidap PJK harus mulai menjaga dan mengontrol kesehatannya sejak dini, terutama jantungnya.
Apalagi, lanjut Budhi, saat ini penyakit diabetes melitus (DM) pun sudah berada di posisi yang setara dengan PJK sebagai penyakit yang dapat mematikan. “DM memang bisa menjadi salah satu faktor resiko PJK. Tetapi, jika saat ini posisinya sudah setara dengan PJK, sudah tidak tepat lagi dikatakan sebagai sekadar faktor risiko,” tegasnya.
Dengan kata lain, Budhi mengambil contoh, jika ada 100 orang mengidap DM yang belum pernah mendapat serangan jantung pertama, pada 7-10 tahun mendatang sekitar 20 persennya akan mendapat serangan jantung pertamanya. Bahkan, serangan pertamanya itu bisa langsung mematikan.
Sementara, jika ada 100 orang penderita PJK yang sudah mengalami serangan jantung pertama, pada 7-10 tahun mendatang 20 persennya akan mengalami serangan jantung kedua yang juga bisa mematikannya seketika. Dengan demikian, DM dan PJK sudah merupakan penyakit degeneratif yang sama-sama dapat mematikan penderitanya.
FAKTOR HORMONAL
Kendati demikian, jumlah penderita PJK pria masih dapat dikatakan lebih besar dibandingkan perempuan. Faktor hormonal yang menyebabkan hal tersebut. “Seperti yang sudah disebutkan, perempuan baru akan mengidap PJK di usia 65 tahun ke atas, sementara pria di usia 55 tahun ke atas. Ada jarak 10 tahun antara usia pria dan perempuan, yang artinya, perempuan memiliki 10 tahun waktu lebih lama terlindungi dari PJK dibandingkan pria.”
Alasannya, karena perempuan mengalami menstruasi dengan siklus yang cenderung teratur setiap bulannya. Dengan menstruasi wanita mengeluarkan zat feritin (semacam protein) yang diduga merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. Feritin ini, secara teratur dikeluarkan bersama menstruasi yang dialami perempuan. Sementara, feritin di dalam tubuh pria tak bisa mengalami proses pengeluaran, sehingga tetap mendekam di dalam tubuh.
Hormon estrogen mampu melindungi kaum hawa dari penyakit degeneratif, salah satunya PJK. Hormon estrogen inilah yang dapat memberikan efek proteksi terhadap mekanisme aliran darah dari dan ke dalam jantung. Hormon estrogen ini mampu meningkatkan high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik, serta menurunkan low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat yang dapat menimbulkan proses pengapuran di pembuluh darah yang kemudian akan menyumbat aliran darah saat memasuki pembuluh-pembuluh darah menuju jantung.
Dengan meningkatnya HDL di dalam darah oleh hormon estrogen, sumbatan di pembuluh darah yang disebabkan oleh LDL ini dapat dihancurkan. Selain itu, estrogen pun dapat memperlebar pembuluh darah agar aliran darahnya menjadi lancar. Dengan demikian, perempuan yang sudah mengalami menopause, otomatis produksi hormon estrogen akan jauh berkurang. Saat inilah perempuan mulai dapat dikatakan rentan terkena PJK. Sehingga, harus mulai lebih berhati-hati dalam mengatur pola hidupnya. Terutama asupan makanan dan keteraturan olahraganya.
Tentu saja, dengan pola hidup yang buruk, seperti merokok, kerap menyantap makanan berkolesterol tinggi, obesitas, stres berat, kurang olah raga, termasuk faktor risiko hipertensi dan DM, usia penderita PJK, baik pria maupun perempuan yang bisa terkena PJK akan menjadi lebih muda lagi. “Jika bukan karena riwayat keluarga yang positif PJK, faktor risiko usia pria terkena PJK bisa dimulai sejak usia 45 tahun ke atas. Selanjutnya, perempuan dapat terkena PJK di usia 55 tahun ke atas.”.............

